refleksi akhir tahun

This item was filled under [ ceritaku, Religi ]

Ini adalah sepenggal cerita akhir tahun 2011 kemarin.

Jika kebanyakan orang pada akhir tahun menghabiskan malam dengan menanti detik berlalu menuju menit, dan menit berlalu menuju jam, dan akhirnya menuju tahun yang baru maka berbeda dengan yang kami lakukan. Di luar sana banyak yang menghabiskan malam dengan berfoya foya, membeli petasan, kongkow bareng teman, bahkan ada pula yang melakukan maksiat. Na’udzubillah.. Semoga yang seperti ini diberikan waktu mencicipi indahnya tobat..

back to the story..

UKKI ITATS mengadakan agenda Refleksi Akhir Tahun 2011. Sebuah agenda yang sebelumnya belum pernah ada. Agenda ini  tujuan utamanya mengajak pada mahasiswa untuk menghindari hal-hal tidak bermanfaat yang terus saja terulah pada akhir tahun. Dengan konsep muhasabah pada kematian, kami memilih “gua putuk kursy”  sebagai tempat muhasabah kami.

Guanya kecil, bahkan kami harus merunduk ketika masuk. Dindingnya terbuat dari tanah merah dan batu. Saat pertama masuk, sempat takut kalau kalau ini gua bakalan runtuh.  :capedes sayang sekali, g ada foto dalam gua. gelap banget gan.. :(

….

Aku dan kang ilyas berangkat pukul 17.00 dalam cuaca yang tidak mendukung. HUJAN LEBAT!! pas sudah.. Alhasil, kami pun melalui beberapa samudra jalanan alias banjir.. hehehe..

Setelah melewati pasar krian, kami sempat lupa jalan dan melakukan tawaf (istilah mas ilyas) karena kami muter-muter di jalan yang sama.

Melewati jalan perbukitan tanpa penerangan sedikitpun, ditambah sebelah kiri jurang, sempat bikin ketir ketir. apalagi jika bersimpangan dengan kendaraan berlawanan arah.   :takut

Dalam suasana gua yang beraroma basah seperti bau tanah setelah hujan kami lantunkan dzikir. “Subhanallah.. Walhamdulillah.. Walaa ilahailllaahu Allahu akbar..”  Bahkan salah satu teman kami terisak-isak..

Suara rintikan air di lorong gua sebelah kiri terasa begitu mengerikan. Tak kuasa membayangkan ketika kita berada di dalamnya sendiri dan tanpa penerangan seperti ini. Mungkin hampir sama seperti peserta uji nyali. wkwkwk.. Tapi begitulah kenyataannya ketika kita memasuki alam barzah. Tanpa sanak saudara, tanpa istri, maupun anak, bahkan harta kita pun tak bisa kita bawa mati. Karena hidup cuma sekali, maka berbuatlah berkali-kali untuk masa depanmu dan akhiratmu. Bahkan nabi pernah bersabda “Untuk urusan dunia, umatku yang lebih tahu”. Nah lho.. tergantung kita pilih dunia atau akhirat?

kalau ana sih, pilih dua duanya aja lah..  ;) tapi karena di akhirat lebih lama, besarkan pula porsi untuk akhiratmu…

 

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Comments on “refleksi akhir tahun”

  • 19 February, 2012, 0:57

    wow saya sangat suka sekali perenungan yg seperti ini.
    perenungan yang langsung bersentuhan dengan alam

  • chokoreetoz
    19 February, 2012, 1:05

    benar sekali mas bro.. rasanya tidak mau kalah dengan http://roromendut.com :D

Leave a Comment

[+] kaskus emoticons nartzco
WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera